
TRANS TV - Menjual Arang Batok Kelapa untuk Bertahan Hidup | Di balik hiruk-pikuk Jakarta yang gemerlap, terdapat denyut kehidupan lain yang tak banyak tersorot. Di kawasan Pedongkelan, Jakarta Timur, para perantau dari berbagai daerah bergelut dengan asap dan panas demi menjual arang batok kelapa.
Mereka harus bekerja di malam hari, terjaga hingga pagi hanya untuk menjaga api dalam tong-tong pembakaran tetap menyala. Aktivitas ini terpaksa dilakukan untuk menghindari polusi asap yang mengganggu di siang hari. Selama delapan hingga sembilan jam, mereka setia menambahkan batok kelapa ke dalam tong, memastikan proses pembakaran berjalan sempurna hingga fajar tiba.
Harus diakui, kerja keras yang mengorbankan kesehatan dan waktu istirahat ini hanya berbuah keuntungan yang sangat tipis. Setelah melalui proses pembakaran, pendinginan, dan pengemasan, arang batok kelapa yang dihasilkan lalu dijual dengan keuntungan sangat kecil.
Ironi pun terasa begitu pekat. Bagi mereka, asap yang menyesakkan itu adalah nafas kehidupan yang harus dihirup demi keluarga di kampung halaman. Setiap senja yang turun menjadi pengingat bahwa mereka akan kembali bergulat dengan api dan asap, terus bertahan dalam siklus menjual arang batok kelapa yang tak pernah mudah.**