
TRANS TV - Rebus atau Kukus, Lebih Sehat Mana ya? | Di tengah meningkatnya kesadaran akan hidup sehat, dua metode memasak yang sering dianggap setara, merebus dan mengukus, sekarang mulai diperdebatkan mana yang lebih unggul. Anggapan bahwa yang penting tidak digoreng ternyata tidak sepenuhnya benar.
Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengukus jauh lebih baik dalam menjaga nutrisi. Peneliti di Brazil menemukan bahwa merebus bisa mengurangi kadar polifenol, sejenis antioksidan penting, hingga 38 persen. Sebaliknya, mengukus justru dapat meningkatkan kadar polifenol hingga 52 persen.
Berdasarkan sains, saat makanan direndam dalam air mendidih, vitamin larut air seperti vitamin C dan B kompleks ikut hilang ke dalam air rebusan. Pada sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, kehilangan vitamin C bisa mencapai 50 persen. Sementara itu, metode mengukus, yang tidak membuat makanan bersentuhan langsung dengan air, hanya kehilangan 9–15 persen vitamin C. Bahkan untuk telur, penelitian menunjukkan bahwa telur yang dikukus memiliki tekstur yang lebih lembut, matang lebih merata, dan kandungan nutrisinya lebih terjaga dibandingkan telur rebus.
Namun, merebus juga memiliki kelebihan, terutama dalam mempertahankan asam lemak omega-3 pada ikan. Dilansir dari medcom.id, Dosen IPB University, Ai Imas Faidoh Fatimah, menegaskan bahwa baik merebus maupun mengukus jauh lebih sehat dibandingkan menggoreng karena minim minyak dan rendah lemak jenuh. Namun secara umum, jika tujuan kita adalah untuk mempertahankan vitamin, mineral, dan antioksidan sebanyak mungkin, maka mengukus adalah pemenangnya.
Metode ini juga tidak mengubah rasa asli bahan makanan dan sangat cocok untuk sayuran, umbi-umbian, hingga protein hewani. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk beralih ke mengukus. Dengan investasi alat yang sederhana dan waktu yang tidak lebih lama, kita bisa menyajikan makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga tetap utuh gizinya. Sehat bukan berarti rumit—kadang hanya butuh sedikit perubahan cara.**