Favorite TV Program

JELANG SIANG: Belalang Goreng, Memangnya Enak ya?

Favorite TV Program
CLOSE
SHARE

TRANS TV - Belalang Goreng, Memangnya Enak ya? | Bagi sebagian orang, mendengar kata belalang mungkin langsung terbayang serangga pengganggu di sawah. Namun, di beberapa daerah di Jawa, seperti Gunungkidul, Banyuwangi, hingga Purwodadi, hewan ini justru menjadi bintang kuliner musiman yang selalu dinanti. 

Setiap musim hujan, sekitar bulan Januari hingga Mei, belalang, yang dalam bahasa Jawa dikenal sebagai walang, mulai bermunculan dan langsung diolah menjadi camilan renyah. Prosesnya cukup mudah, setelah dibersihkan dari kotoran, kaki berduri, dan sayapnya, belalang direbus dengan bumbu, lalu digoreng hingga kering dan berwarna keemasan. Hasilnya adalah camilan yang gurih dan renyah dengan aroma khas yang bikin ketagihan.

Di balik kenikmatannya, belalang goreng menyimpan kekayaan nutrisi yang luar biasa. Belalang segar mengandung protein sekitar 20 persen, dan bisa melonjak hingga 40 persen dalam kondisi kering, bahkan ada yang mengatakan bisa mencapai 60 persen setelah digoreng. Angka ini membuatnya setara, bahkan lebih tinggi dari beberapa sumber protein hewani konvensional. 

Selain protein, belalang juga kaya akan vitamin A, B, C, E, mineral seperti zat besi, kalsium, dan zinc, serta asam lemak esensial. Tak heran, konsumsi belalang disebut-sebut bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi, menjaga kesehatan jantung, hingga mencegah anemia. 

Namun peru diingat bahwa belalang memiliki kandungan histamin yang tinggi dan berisiko membawa bakteri Salmonella jika tidak diolah dengan benar oleh tangan profesional. Bagi mereka yang memiliki intoleransi terhadap protein tinggi, sangat disarankan untuk menghindari kuliner ini karena bisa memicu reaksi alergi seperti biduran.**