i-Pedia

Naik Bajaj Keliling Desa Mengeksplor Keraifan Lokal di Pedesaan Menoreh

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Naik Bajaj Keliling Desa Mengeksplor Keraifan Lokal di Pedesaan Menoreh | Naik bajaj keliling desa di Omah Cantrik menawarkan pengalaman wisata budaya yang memadukan nostalgia kendaraan khas kota dengan suasana alam Lembah Menoreh yang tenang. Berada di Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, destinasi wisata seluas satu hektar ini berjarak sekitar 30 kilometer di sebelah barat pusat Kota Yogyakarta. Daya tarik utamanya adalah berkeliling desa dengan bajaj yang sudah dimodifikasi, kendaraan yang biasanya dijumpai di jalanan Jakarta, hadir sebagai wahana rekreasi di pedesaan Yogyakarta. Selain itu pengunjung juga bisa memilih kendaraan lain, yaitu mobil VW Safari.

Perjalanan dengan Bajaj membawa pengunjung melewati permukiman warga, hamparan sawah hijau, hingga jembatan gantung lama di atas sungai yang jernih. Sepanjang rute, suasana kehidupan desa Jawa yang damai terasa begitu dekat. Menyusuri jalan tanah di bawah pepohonan rindang, pengunjung bisa melihat sisi Yogyakarta yang lebih tenang dan jarang dijumpai.

Pengalaman naik bajaj keliling desa terasa makin istimewa berkat cerita dari pengemudi lokal, yang juga merupakan warga setempat. Mereka berbagi kisah tentang kearifan lokal dan tradisi bertani masyarakat Nanggulan. Semilir angin sejuk dari Menoreh membuat perjalanan semakin nyaman. Setelah menikmati pemandangan dan mengabadikan momen, perjalanan berakhir di kompleks bangunan joglo tradisional Omah Cantrik. Pengunjung bisa melepas lelah sambil mencicipi hidangan khas, seperti nasi megono, es tape, dan aneka wedang rempah.

Keterlibatan warga dalam menyediakan bajaj, memandu perjalanan, hingga mengelola bahan pangan lokal menjadi bagian penting dari Omah Cantrik. Tempat ini bukan sekadar destinasi yang menarik untuk berfoto, tetapi juga contoh ekowisata berbasis komunitas. Pengelolaannya membantu menjaga keasrian alam sekaligus mendukung perekonomian warga Kulon Progo. Karena itu, naik bajaj keliling desa di Omah Cantrik menjadi pengalaman yang menyenangkan.**