Arjuna Mencari Cinta

Air Terjun Gunung Janggot, Teater Alam di Kaki Gunung Rinjani

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Air Terjun Gunung Janggot, Teater Alam di Kaki Gunung Rinjani | Menyusuri jalanan beraspal yang mulus dan perlahan menyempit di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, menikmati perjalanan sejauh 45 kilometer dari Kota Mataram, Lombok, menuju lereng selatan Gunung Rinjani yang sejuk. Di dusun yang tenang ini, tersembunyi sebuah teater alam yang menakjubkan Bernama Air Terjun Gunung Janggot (atau yang lebih akrab disebut Batu Janggot oleh penduduk setempat), memancarkan pesona kesegaran alami yang khas dari pegunungan.

Untuk sampai ke bibir air terjun, saya harus menuruni serangkaian tangga kayu yang dibuat oleh warga lokal, menembus rimbunnya vegetasi hijau. Begitu saya menginjakkan kaki di dasar lembah, suara gemuruh air terjun setinggi belasan meter langsung menyambut saya, mengalirkan air bening kristal dari mata air Rinjani ke dalam kolam batu alami yang dikelilingi tebing cadas yang eksotis.

Keistimewaan Air Terjun Gunung Janggot tidak hanya terletak pada kesegaran kolam alaminya yang menggoda untuk dinikmati, tetapi juga pada kehangatan kearifan lokal yang mengelilinginya. Desa Aik Berik telah lama dikenal sebagai salah satu pintu gerbang resmi untuk pendakian Rinjani, sekaligus sebagai kawasan desa wisata yang mengedepankan pengelolaan berbasis komunitas.

Di sekitar area air terjun, para pemuda lokal mengelola berbagai fasilitas sederhana, mulai dari wahana *outbound* ringan, tempat bersantai, hingga warung-warung bambu yang menjajakan kopi hangat dan kuliner lokal. Menikmati secangkir kopi Lombok di tengah udara dingin sambil mendengarkan gemericik air tawar yang jernih, membuat saya menyadari bahwa destinasi tersembunyi seperti Air Terjun Gunung Janggot menawarkan harmoni sempurna antara petualangan di alam dan keramahan masyarakat Sasak yang selalu siap menyambut setiap pelancong.**