TRANS TV - Tangguh dan Tidak Mudah Mengeluh Jadi Pilar Keluarga Islami | Sosok istri tangguh dan tidak mudah mengeluh merupakan gambaran perempuan yang dibekali ketahanan mental luar biasa, bukan pribadi lemah yang gampang menyerah pada keadaan. Jejak peradaban Islam mencatat bagaimana figur istri tak sekadar hadir sebagai pelipur lara, tetapi berdiri sebagai pilar penyangga utama yang kokoh mendampingi suami kala badai kehidupan menerpa. Ketangguhan itu terpatri sempurna dalam diri Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu 'anha, yang dengan ketenangan serta keteguhan jiwanya menopang Rasulullah SAW di masa-masa terberat permulaan kenabian.
Sifat dasar wanita salehah yang taat dan mampu menjaga kehormatan serta pilar rumah tangga ini ditegaskan langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa' ayat 34, "Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)."
Prinsip ini menegaskan bahwa kekuatan sejati seorang perempuan terletak pada kemampuannya menjaga amanah, mengelola rumah tangga dengan bijak, dan pantang mengeluh demi keutuhan keluarga.
Peran aktif perempuan dalam membantu dan menopang perekonomian serta dinamika keluarga juga mendapat apresiasi yang sangat tinggi dalam syariat. Islam tidak pernah membatasi perempuan untuk berkontribusi secara nyata selama berada dalam koridor kehormatan dan kebaikan. Hal ini terekam jelas dalam sebuah hadis shahih riwayat Imam Muslim, ketika Zainab istri dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhuma bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai hukum bersedekah dan menafkahi suami serta anak-anaknya dari hasil usahanya sendiri.
Rasulullah SAW bersabda menegaskan keutamaan peran tersebut, "Engkau mendapatkan dua pahala: pahala menjalin tali kekerabatan dan pahala sedekah."
Hadis ini menjadi bukti autentik bahwa ketangguhan perempuan yang bekerja keras membantu suami dan membina ketahanan keluarga bukan hanya tindakan mulia secara sosial, melainkan ibadah bernilai ganda yang membuahkan pahala melimpah di sisi Allah SWT. Dengan demikian, sosok istri tangguh dan tidak mudah mengeluh adalah teladan nyata yang memadukan kekuatan iman, kecerdasan mengelola rumah tangga, dan kontribusi produktif bagi keluarga maupun masyarakat.**