TRANS TV - Bahaya Terlena Dunia dan Cara Kembali kepada Allah | Kehidupan di dunia ini sering kali menipu kita dengan janji-janji manis kebahagiaan yang ternyata hanya ilusi, dan tak jarang berujung pada kekecewaan, kepedihan, serta kegelapan batin, sebuah realitas yang menjadi inti dari peringatan tentang bahaya terlena dunia. Dalam usaha mengejar harta, tahta, atau harapan dari sesama yang tak pasti, kita bisa terjebak dalam rasa hampa karena lupa akan hakikat keterbatasan dunia ini.
Allah SWT telah mengingatkan kita tentang sifat menipu ini dalam Al-Qur'an dengan firman-Nya, "Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu" (QS. Al-Hadid [57]: 20). Menjadikan dunia sebagai tujuan utama harapan justru menjadi akar dari berbagai kesulitan yang menyesakkan, karena tempat bergantung yang sejati tidak pernah terletak pada hal-hal yang fana. Menyadari bahaya terlena dunia adalah langkah pertama yang sangat penting bagi setiap hamba untuk kembali menata orientasi hidupnya.
Ketika badai kekecewaan datang dan jalan terasa buntu, satu-satunya pegangan untuk kembali teguh adalah dengan menyadari bahwa segalanya berada dalam kendali Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan kita penawar terbaik saat hati kita dihimpit duka melalui sabdanya, "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya... Jika ia tertimpa kesusahan ia bersabar, maka itu adalah baik baginya" (HR. Muslim)..
Kepasrahan dan kepulangan batin kepada Sang Pencipta bukan tanda menyerah pada keadaan, melainkan bentuk kesadaran tertinggi untuk memutus kegelapan jiwa, sebuah sikap yang menjadi kunci untuk membebaskan diri dari bahaya terlena dunia yang terus mengintai di setiap langkah. Dengan mengembalikan segala urusan dan harapan hanya kepada-Nya, hati yang mulanya remuk oleh ekspektasi duniawi akan kembali menemukan kedamaian yang sejati.**