Favorite TV Program

BASA-BASI: Mengatasi Trauma Anak Pasca Bencana, Dukungan Keluarga Jadi Kunci

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Mengatasi Trauma Anak Pasca Bencana, Dukungan Keluarga Jadi Kunci | Peristiwa traumatis seperti bencana alam, aksi teror, atau konflik bersenjata bisa meninggalkan bekas yang dalam dan berkepanjangan pada psikologis anak-anak. Berbeda dengan orang dewasa yang biasanya sudah memiliki mekanisme pertahanan emosional yang lebih matang, anak-anak lebih rentan mengalami gangguan seperti Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), kecemasan berlebihan, bahkan regresi perilaku seperti kembali ngompol atau merasa takut berpisah dari orang tua.

Kerentanan ini muncul karena anak-anak, baik secara anatomi, fisiologis, maupun psikologis, belum memiliki kapasitas coping yang cukup untuk menghadapi situasi yang mengancam. World Health Organization (WHO) telah mengembangkan panduan Psychological First Aid (PFA), yang merupakan bentuk dukungan psikososial awal yang bisa diberikan oleh siapa saja, termasuk orang awam, dalam waktu singkat setelah terjadinya peristiwa traumatis. Oleh karena itu, mengatasi trauma anak pasca bencana memerlukan pendekatan yang holistik, melibatkan keluarga, komunitas, dan tenaga profesional sejak awal.

Dalam proses pemulihan, pendekatan terapeutik yang berbasis bukti ilmiah terbukti efektif dalam membantu anak-anak meredakan ingatan traumatis. Salah satu metode utama yang direkomendasikan secara global adalah Trauma-Focused Cognitive Behavioral Therapy (TF-CBT), yang telah diuji melalui lebih dari 15 uji klinis acak dan digunakan secara luas di berbagai negara. Prinsip dasar dari TF-CBT adalah menciptakan ruang yang aman bagi anak untuk mengekspresikan emosi mereka tanpa takut dihakimi, dengan orang tua dan pendamping berperan sebagai penyangga emosional yang utama.

Melalui media bermain, menggambar, serta komunikasi terbuka yang disesuaikan dengan tahapan usia, anak dibimbing untuk memproses ingatan buruk tersebut secara perlahan hingga rasa takutnya terkikis. Sinergi antara dukungan hangat dari lingkungan terdekat dan pendampingan tenaga profesional menjadi kunci utama mengatasi trauma anak pasca bencana secara optimal, mengembalikan keceriaan serta masa depan tumbuh kembang anak yang sempat terganggu.**

Photo by Lucas Metz on Unsplash