TRANS TV – Kampung Perca Bogor, Menulap Limbah Kain Menjadi Produk Bernilai Tinggi | Di tengah keramaian Kota Bogor, tepatnya di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, ada sebuah permukiman yang menyimpan keajaiban ekonomi kreatif yang dikenal dengan nama Kampung Perca Bogor. Tempat ini menjadi contoh nyata bagaimana limbah kain garmen yang melimpah bisa diubah menjadi komoditas bernilai tinggi.
Dikuasai oleh para ibu rumah tangga yang penuh ketelatenan dan kreativitas, warga setempat dengan cermat memilah dan merangkai potongan-potongan kain sisa pabrik menjadi berbagai produk fungsional yang menawan. Dari sampul buku catatan, pelindung panas untuk wadah dapur, topi, hingga bantal hias, setiap karya lahir dari keahlian mereka dalam memadukan warna dan motif kain, dikerjakan secara manual dengan penuh perhatian. Sentuhan tangan para perajin inilah yang memberikan nilai estetika yang khas, menjadikan setiap produk memiliki karakter unik yang sulit ditandingi oleh mesin pabrik.
Daya tarik Kampung Perca Bogor tidak hanya terletak pada kerajinan tangan yang ringan, tetapi juga merambah ke dunia busana etnik yang menjadi primadona di galerinya. Salah satu produk unggulan yang paling dibanggakan adalah stel baju pangsi—pakaian adat khas Sunda yang terbuat dari kain perca, kini bahkan dipakai oleh para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kualitas dan estetika produk dari Kampung Perca telah diakui oleh berbagai kalangan.
Bagi para pelancong yang menyukai destinasi berbasis kearifan lokal, berinteraksi langsung dengan para perajin sambil memesan desain kustom menawarkan pengalaman wisata edukasi yang tak terlupakan. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses kreatif dari limbah menjadi karya, sekaligus belajar tentang pentingnya keberlanjutan dan pelestarian budaya. Inisiatif swadaya ini tidak hanya membantu menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah tekstil yang mencemari, tetapi juga menghidupkan kemandirian ekonomi warga lokal secara berkelanjutan.**