Insert

Kisah Haru Abdel Achrian dan Temon, Sahabat hingga Akhir Hayat

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Kisah Haru Abdel Achrian dan Temon, Sahabat hingga Akhir Hayat | Rasa duka mendalam masih menyelimuti Abdel Achrian atas kepulangan sahabat karibnya, Temon, ke tempat peristirahatan terakhir. Saat prosesi pemakaman berlangsung, komedian senior yang akrab disapa Cing Abdel ini terpaksa melepas sang sahabat dari kejauhan karena tengah berada di Amerika Serikat. Rasa penyesalan yang membendung akhirnya ditumpahkan Abdel begitu mendarat di Tanah Air dengan langsung berziarah ke pusara almarhum di TPU Tanah Kusir. Di depan makam sosok yang menemaninya meniti karier selama puluhan tahun tersebut, ia tak henti meminta maaf karena absen di detik-detik terakhir.

Kendati sudah ikhlas, Abdel tak menampik bahwa kenangan manis bersama almarhum masih kerap memicu rasa sesak di dada. "Kalau kemarin-kemarin masih suka sesak gitu kalau ingat-ingat, sekarang sudah lebih bisa ngetawain kejadian-kejadian waktu lalu," ungkap Abdel Achrian saat mengenang kebersamaan mereka. Perjalanan panjang bersama Temon di dunia hiburan membuat setiap momen terasa begitu berharga dan sulit dilupakan begitu saja.

Bagi Abdel Achrian, kepergian Temon bukan sekadar kehilangan rekan kerja di panggung hiburan, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang tak tergantikan. Hubungan erat yang terjalin sejak awal perintisan karier hingga puncak popularitas membuat setiap sudut kenangan mereka selalu diwarnai tawa khas dan kehangatan personal. Abdel menegaskan bahwa dinamika pertemanan mereka melampaui urusan profesionalisme panggung karena menyatu dalam keseharian.

"Kalau ditanya berkesan, kayaknya semua kenangan sama Temon tuh berkesan ya. Karena memang kita awal-awal juga kerjaan ini bareng, terus pertemanan juga bukan cuma di kerjaan. Pertemanan di sehari-hari juga kita sering bertemu berdua, jadi kenangannya semuanya sama-sama berkesan," tutur Abdel dengan penuh haru merawat memori indah sang sahabat. Kini, di balik setiap tawa yang pernah mereka bagi bersama, Abdel belajar untuk ikhlas dan tetap mensyukuri setiap detik kebersamaan yang pernah ada.**