TRANS TV - Biaya Sekolah Mahal dari Tahun ke Tahun Selalu Jadi Masalah | Mendudukkan anak di bangku sekolah kini telah berubah menjadi sebuah ajang pertaruhan finansial yang kian menguras napas para orang tua di Indonesia, baik yang bermukim di megapolitan padat penduduk maupun di pelosok desa yang terpencil. Angka inflasi sektor pendidikan yang secara konsisten bertengger di kisaran 3 hingga 5 persen per tahun, jauh melampaui rata-rata kenaikan upah minimum tahunan, menjadi hantaman keras bagi dompet keluarga urban dan rural. Biaya sekolah mahal menjadi momok yang menghantui setiap orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.
Fenomena menjulangnya uang pangkal, biaya sekolah mahal untuk semesteran, hingga iuran seragam yang memberatkan kini bukan lagi monopoli sekolah swasta elit yang eksklusif. Bahkan, biaya sekolah mahal ini sudah menjalar ke sekolah-sekolah negeri berkedok komite yang memungut biaya di luar dugaan. Tekanan biaya sekolah mahal ini memaksa banyak kepala keluarga memotong anggaran konsumsi bulanan demi selembar ijazah, memicu kecemasan kolektif bahwa pendidikan berkualitas kini telah bergeser menjadi komoditas mewah yang hanya bisa diakses oleh segelintir kalangan berpunya.
Kondisi di lapangan menunjukkan realitas yang kian buram ketika biaya sekolah non-akademis ikut meroket tanpa kendali yang jelas dari regulator dan pengawasan pemerintah. Para orang tua tidak sekadar dihadapkan pada problema biaya berupa SPP bulanan, tetapi juga jebakan pengeluaran untuk buku paket yang berganti tiap tahun dengan harga tidak masuk akal, biaya studi tur wajib yang memaksakan anggaran ekstra, hingga perangkat teknologi pendukung belajar yang harganya selangit dan terus meningkat.
Di kawasan suburban dan pedesaan, beban biaya sekolah mahal ini diperparah oleh biaya transportasi harian dan uang saku yang membengkak seiring naiknya harga kebutuhan pokok. Alih-alih menjadi jembatan mobilitas vertikal untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi, biaya sekolah hari ini justru berisiko memperlebar jurang ketimpangan sosial, meninggalkan anak-anak dari kelas pekerja dalam jeratan akses pendidikan yang ala kadar dan serba terbatas. Biaya sekolah mahal adalah masalah serius yang membutuhkan perhatian semua pihak.**