TRANS TV - Lionil Hendrik?, dari Akting ke Pemandu Gunung, hingga Punya Lisensi | Aktor sekaligus penggiat gunung, Lionel Hendrik, berbagi kisah tentang peralihannya dari dunia hiburan menjadi pemandu pendakian gunung profesional. Ia mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap alam sudah ada sejak masa SMA, bahkan sebelum ia terjun ke dunia akting. "Dulu aku suka naik gunung, dan sering ngajak teman-teman yang belum pernah. Aku pengin bilang, 'Eh, ayo dong, gunung Indonesia itu indah banget. Kenapa harus ke luar negeri? Di sini juga sudah luar biasa. Rasakan dulu baru ke luar,'" cerita Lionel Hendrick.
Untuk meningkatkan kemampuannya, Lionel Hendrik bergabung dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) dan kini telah mendapatkan lisensi resmi sebagai pemandu gunung. Ia menjelaskan bahwa menjadi pemandu gunung bukan hanya sekadar menunjukkan jalan, tetapi juga harus siap mengurus segala persiapan logistik, makanan, hingga prosedur darurat. "Guide itu beda dengan penunjuk jalan. Guide itu ngurusin persiapan, logistik, makanan, kasih tahu sejarah, dan kalau ada hal buruk yang terjadi, dia sudah siap dengan prosedur darurat," tegasnya. Ia juga menyarankan agar pendaki pemula menggunakan jasa pemandu profesional, karena banyak kecelakaan yang terjadi akibat kurangnya persiapan dan pendampingan yang tepat.
Lionel Hendrik juga menekankan pentingnya etika dan keselamatan di gunung, termasuk tragedi erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara yang menewaskan tiga orang pada April 2026. Ia menjelaskan bahwa gunung tersebut sebenarnya sudah dilarang untuk didaki karena statusnya yang aktif dan terus erupsi. "Pemerintah sudah memberikan aturan bahwa ada tempat yang boleh dikunjungi dan ada yang tidak. Pertanyaannya, kenapa masih ada yang mendatangi tempat itu? Pemandunya juga tidak terdaftar di database APGI," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Lionel Hendrik juga berbagi teknik pernapasan baby step yang cocok untuk pendaki pemula. "Baby step itu artinya ambil langkah pendek-pendek saja. Kalau langkahnya lebih tinggi, energinya jadi lebih banyak. Napas dan kaki harus seirama. Jangan berharap bisa menikmati pendakian tanpa latihan," ujarnya. Ia mengingatkan bahwa mendaki gunung bukan hanya soal menikmati pemandangan, tetapi juga tentang merendahkan ego dan menghargai alam. Lionel Hendrik berharap di masa depan setiap pendaki bisa mendapatkan sertifikat pendakian sesuai levelnya agar keamanan dan kenyamanan tetap terjaga.**