TRANS TV - Melinjo Menyebabkan Asam Urat atau Kaya Antioksidan? | Mitos bahwa melinjo menyebabkan asam urat sudah sangat mengakar dalam kepercayaan masyarakat Indonesia. Secara medis, memang benar bahwa biji melinjo mengandung senyawa purin dalam jumlah yang cukup tinggi, sekitar 150 miligram per 100 gram, yang bisa diubah menjadi asam urat oleh tubuh. Tapi, apakah benar melinjo adalah penyebab utama?
Data klinis modern mulai mengubah pandangan bahwa melinjo menyebabkan asam urat itu tidak sepenuhnya akurat. Beberapa penelitian biokimia justru menunjukkan bahwa melinjo kaya akan senyawa antioksidan seperti resveratrol dan gnetin C, yang memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat. Para ahli gizi mengingatkan bahwa penyebab utama asam urat bukanlah konsumsi melinjo rebus dalam jumlah moderat, melainkan cara pengolahannya yang salah.
Ketika melinjo digoreng dengan minyak jenuh berulang kali menjadi emping, atau disajikan dalam kuah santan kental yang berlemak tinggi bersama jeroan, itulah yang bisa mengganggu kemampuan ginjal dalam membuang asam urat. Para pakar dari American College of Rheumatology (ACR) menegaskan bahwa pengelolaan asam urat tidak bisa hanya berfokus pada satu jenis makanan seperti melinjo.
Mengonsumsi melinjo dalam batas wajar, misalnya sebagai sayur asem segar, relatif aman bagi orang dengan fungsi metabolik yang sehat. Anggapan bahwa melinjo menyebabkan asam urat secara tunggal adalah simplifikasi medis yang keliru. Bukan melinjonya yang harus dihindari, melainkan pola hidup yang kurang aktif dan kebiasaan makan yang tinggi lemak jenuh yang perlu diperbaiki.**