TRANS TV - Keutamaan Memuliakan Al-Qur'an dan Rahasia di Balik Keberkahan Hidup | Al-Qur'an bukan hanya sekadar kumpulan teks sastra Arab yang kaku dan mati. Ia adalah kalamullah, sebuah mukjizat agung yang diturunkan oleh Allah SWT sebagai panduan spiritual bagi umat manusia, serta menjadi pembeda antara yang benar dan yang salah. Oleh karena itu, keutamaan memuliakan Al-Qur'an bukan sekadar anjuran moral yang bersifat sunnah. Ini adalah cerminan langsung dari keimanan dan ketakwaan yang paling mendalam dalam hati seorang muslim.
Menghormati kitab suci ini memerlukan sikap yang khusyuk, baik secara fisik maupun batin. Prosesnya dimulai dengan menjaga kesucian diri sebelum menyentuh mushaf, membaca setiap hurufnya dengan tartil yang indah dan benar, hingga menempatkan Al-Qur'an di tempat yang tinggi dan terhormat. Bentuk penghormatan ini sejalan dengan perintah ilahi yang ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surah Al-Waqi'ah ayat 77-79, "Dan (ini) sesungguhnya Al-Qur'an yang sangat mulia, dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh), tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan."
Namun, esensi sejati dari keutamaan memuliakan Al-Qur'an tidak seharusnya berhenti pada ritual penghormatan fisik semata. Keagungan kitab suci ini akan benar-benar bersinar ketika setiap ayatnya dipahami dengan kejernihan akal. Maknanya perlu meresap ke dalam jiwa yang paling dalam, dan kemudian diwujudkan dalam tindakan sehari-hari, baik dalam konteks sosial maupun pribadi. Islam menjanjikan derajat kemanusiaan yang sangat mulia bagi mereka yang mengabdikan hidupnya untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an secara jujur dan konsisten.
Rasulullah SAW menegakkan dasar kehormatan ini melalui pernyataannya yang sangat berharga dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." Dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai guru kehidupan yang perintahnya ditaati dan larangannya dijauhi, umat Islam tidak hanya menjaga kesucian wahyu. Mereka juga sedang membangun martabat peradaban yang beradab, luhur, dan diridai oleh Sang Khalik. Inilah puncak keutamaan memuliakan Al-Qur'an yang sesungguhnya.**