Tanah Air Beta

Reak Bangbarongan, Tradisi Agraris Kuno Jabar yang Sarat Energi Spiritual

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Reak Bangbarongan, Tradisi Agraris Kuno Jabar yang Sarat Energi Spiritual | Menyelami akar budaya di tanah Sunda sering kali membawa kita pada penemuan seni pertunjukan yang memukau dan kaya akan nilai-nilai filosofi yang mendalam. Salah satu contohnya adalah Reak Bangbarongan, sebuah kesenian tradisional yang berkembang pesat di daerah Sumedang dan sekitarnya, termasuk Kota Bandung, Jawa Barat. 

Tradisi Reak Bangbarongan lahir dari masyarakat agraris pada abad ke-12, diciptakan oleh para sesepuh sebagai bentuk hiburan bagi rakyat, sekaligus sebagai ritual syukur setelah panen padi yang melimpah. Nama reak sendiri konon berasal dari kata reang atau eyak-eyakan, yang mencerminkan sorak-sorai kegembiraan masyarakat yang berpadu dengan irama dinamis dari ketukan waditra dogdog (kendang panjang berdiameter kecil) dan angklung. 

Inti dari seni teatrikal yang menawan ini adalah sosok Bangbarongan, sebuah topeng kayu berbentuk kepala singa atau naga dengan rahang besar, dihiasi dengan karung goni atau rambut tiruan yang megah. Karakter fiktif yang menakutkan namun mempesona ini bukan hanya sekadar properti estetis. Ia melambangkan kekuatan alam bawah sadar manusia dan menjadi simbol pelindung ladang, yang harus dihormati oleh masyarakat setempat demi menjaga kesuburan tanah bumi Parahyangan.

Pertunjukan Reak Bangbarongan yang diadakan di lapangan terbuka selalu berhasil menarik perhatian banyak orang, berkat energinya yang begitu menggugah jiwa. Dinamika pertunjukan ini bergerak perlahan dari ritme yang lambat dan sakral, hingga mencapai puncaknya ketika beberapa penari dan bahkan penonton mulai mengalami kondisi trans atau kerasukan ruh leluhur. Dalam keadaan tidak sadar ini, para penari menampilkan aksi-aksi teatrikal yang menantang logika. Mereka menari dengan semangat mengikuti alunan tarompet Sunda, seolah tidak pernah merasa lelah. 

Momen puncak Reak Bangbarongan ini adalah gambaran nyata dari taksu,sebuah ledakan energi spiritual lokal yang dengan mulus mengaburkan batas antara dunia nyata dan dunia metafisika. Di zaman modern yang serba cepat ini, Reak Bangbarongan bukan lagi sekadar ritual pertanian kuno yang ketinggalan zaman. Ia telah bertransformasi menjadi seni pertunjukan rakyat yang dinamis, sering kali ditampilkan untuk merayakan acara khitanan, pernikahan, hingga festival budaya berskala nasional.**