Favorite Reality Show

DIARY BELLA: Tak Sekadar Tokyo, Tempat Wisata di Jepang Memang Bikin Rindu

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Tak Sekadar Tokyo, Tempat Wisata di Jepang Memang Bikin Rindu | Menjelajahi tempat wisata di Jepang selalu meninggalkan rasa takjub yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ini adalah negeri di mana kereta super cepat Shinkansen melesat membelah kota-kota modern yang megah, sementara hanya beberapa kilometer di sampingnya, berdiri megah kuil-kuil kayu berusia ratusan tahun yang sunyi dan penuh kedamaian. 

Di balik gemerlapnya lampu Tokyo atau sudut-sudut ikonik Kyoto yang ramai wisatawan, daya tarik sejati tempat wisata di Jepang justru tersembunyi di daerah-daerah pedesaan yang kaya akan kearifan lokal. Cobalah tengok daerah seperti Shirakawa-go dengan rumah-rumah tradisional beratap jerami Gassho-zukuri yang kokoh menantang timbunan salju tebal, atau lembah terisolasi Iya Valley di Shikoku yang menawarkan jembatan gantung dari tanaman merambat kuno peninggalan masa lalu.

Tempat wisata di Jepang berhasil mencatatkan rekor kunjungan wisatawan mancanegara pasca-pandemi, berkat kemampuannya dalam menjaga kebersihan yang luar biasa, ketepatan waktu transportasi publik hingga hitungan detik, serta penerapan konsep omotenashi, sebuah filosofi pelayanan dari lubuk hati yang terdalam, yang membuat setiap pengembara merasa begitu dihargai dan dimuliakan.

Salah satu hal menarik yang membuat para petualang berpengalaman selalu ingin kembali ke tempat wisata di Jepang adalah cara masyarakat setempat merayakan harmoni dengan alam melalui berbagai ritual musiman. Berwisata di sini bukan hanya tentang berburu foto untuk media sosial, tetapi juga tentang merasakan langsung budaya lokal. Misalnya, kamu bisa merasakan kehangatan onsen (pemandian air panas alami) di lereng Gunung Hakuba yang diselimuti salju putih, atau menikmati teh hijau segar di tengah ladang teh organik Shizuoka yang indah. 

Setiap prefektur di Jepang memiliki identitas kuliner yang kuat, memanfaatkan bahan lokal yang dipanen sesuai musim untuk menjaga kesegaran dan cita rasa terbaik. Dari menikmati ketenangan ritual Hanami di bawah hujan kelopak bunga sakura yang menawan, hingga menjelajahi hutan magis Yakushima yang konon menginspirasi film animasi terkenal dari studio Ghibli. Destinasi ini adalah salah satu yang langka di dunia, di mana modernitas yang paling mutakhir dan tradisi yang paling kuno tidak saling bertentangan, melainkan berjalan beriringan dengan anggun dan harmonis.**