Favorite Reality Show

DIARY BELLA: Menelusuri Jejak Peradaban dan Kemegahan Sejarah Turki

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Menelusuri Jejak Peradaban dan Kemegahan Sejarah Turki | Berdiri kokoh di tengah dua benua, Eropa dan Asia, Turki bukan hanya menjadi titik pertemuan secara geografis saja. Ia adalah sebuah naskah kuno yang berlapis, seperti palimpsest, yang dengan sabar menyimpan jejak sejarah dari kejayaan peradaban Hitit yang tua, kegemilangan Bizantium yang besar, hingga kemegahan Turki di bawah Kekaisaran Ottoman yang tak terlupakan. 

Di Istanbul, pusat sejarah peradaban Turki berdetak cepat di tengah kubah besar Hagia Sophia dan kompleks megah Istana Topkapi. Namun, bagi para penjelajah yang menginginkan pengalaman autentik, Kemegahan Turki juga tersembunyi di dalam pedalaman Anatolia yang jauh. Di sana, kota tua Safranbolu yang telah diakui oleh UNESCO tetap konsisten mempertahankan desain rumah kayu dengan gaya Ottoman dari abad ke-11. Sementara sekumpulan balon udara yang menghiasi langit Cappadocia kini berdampingan dengan temuan-temuan arkeologis baru di wilayah Göbeklitepe, sebuah lokasi yang terus mengubah cara kita memahami awal munculnya peradaban manusia.

Di balik keindahan Turki yang penuh dengan monumen batu yang tinggi menjulang, semangat sejati bangsa ini justru terasa dalam kebiasaan sehari-hari dan kearifan lokal yang sangat ramah kepada tamu. Sejarah peradaban Turki pun tercatat dalam tradisi minum teh (çai) yang tidak pernah berhenti, sebagai tanda kekeluargaan dan persaudaraan. Filosofi ekmek atau roti yang sangat dihormati, di mana sisa roti tidak pernah dibuang begitu saja, melainkan digantungkan di tempat tertentu agar bisa diambil oleh orang yang membutuhkan, menunjukkan sisi humanis yang sebenarnya jarang terlihat dalam narasi berita biasa. 

Masyarakat Turki yang suka berekspresi berhasil mempertahankan keseimbangan yang jarang antara gaya hidup modern dan nilai keagamaan yang dalam. Ini bisa dilihat dari tradisi nazar boncugu (jimat mata biru) yang ada hampir di setiap ujung pintu, bahkan sampai masuk ke dalam kendaraan umum modern pula.

Turki bukan hanya sebagai tempat yang indah dengan teras-teras putih di Pamukkale atau pesisir biru di Antalya. Lebih dari itu, Turki adalah sebuah laboratorium sosial yang hidup, yang mampu menjaga identitas budayanya tetap relevan, hangat, dan ramah meskipun di tengah tekanan globalisasi yang semakin besar dan membuat segala sesuatu menjadi seragam.**