Tanah Air Beta

Grebeg Maulud di Kraton Surakarta, Keberkahan Harmoni Raja dan Rakyat

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Grebeg Maulud di Kraton Surakarta, Keberkahan Harmoni Raja dan Rakyat | Grebeg Maulud Surakarta bukanlah sekadar acara tahunan biasa dalam kalender istana. Ini adalah perayaan meriah di Keraton Surakarta Hadiningrat yang mewujudkan perasaan mendalam dan semangat persatuan antara raja, rakyat, serta akar tradisi yang tak terputus. 

Puncak acara ini ditandai dengan prosesi dua persembahan gunungan simbolis, Gunungan Kakung, sebuah pajangan megah yang dipenuhi hasil panen, dan Gunungan Estri, berbentuk seperti keranjang yang meluap dengan makanan lezat, yang melambangkan keseimbangan antara prinsip maskulin dan feminin. 

Bagi masyarakat Solo dan sekitarnya, momen ini merupakan kesempatan emas untuk mencari berkah melalui tradisi ngalab berkah, di mana mereka berebut isi gunungan, yang diyakini membawa keberuntungan. “Ini adalah pengalaman yang tak ternilai... semuanya tentang berkah,” kata seorang warga setempat yang dengan antusias berdesak-desakan di halaman Masjid Agung untuk mendapatkan segenggam beras atau sepotong sayuran dari gunungan.

Bukan hanya makna mendalam dari persembahan gunung yang membuat Grebeg Maulud Surakarta begitu istimewa. Perayaan ini juga dihidupkan oleh tradisi unik bernama udik-udik, di mana koin-koin ditebar, memicu sorak-sorai kegembiraan di antara para hadirin. Para pengiring istana dan prajurit kerajaan, yang mengenakan pakaian terbaik mereka, mulai dari beskap hingga kebaya hitam yang elegan, berbaris dengan bangga, berdiri sebagai garda depan warisan budaya kita, mengikuti irama musik gamelan dan langkah mereka yang anggun. 

Di tengah kegembiraan perebutan panen, Grebeg Maulud Surakarta membawa pesan syukur yang mendalam atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang dirayakan dengan ketenangan yang tulus. Interaksi hangat antara istana dan masyarakat setempat menyoroti bahwa wisata budaya di Solo tetap menjadi harta yang dicintai, semua berkat komitmennya yang tak tergoyahkan terhadap warisan abadi para leluhur kita.**