
TRANS TV - Mengolah Daun Adas Menjadi Kuliner Autentik yang Menyehatkan | Menyusuri lereng Gunung Merbabu di Kabupaten Boyolali, khususnya di Dusun Tempel, kita akan menemukan salah satu harta karun nabati Nusantara yang sangat istimewa, yakni daun adas. Tanaman ini, dengan bentuk menyerupai bulu halus berwarna hijau segar, bukanlah tumbuhan sembarangan. Ia hanya tumbuh dengan baik di tanah yang berada lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut, di mana udara terasa dingin dan segar.
Bagi masyarakat setempat, daun ada bukan sekadar gulma atau hiasan tebing terjal, melainkan warisan kuliner yang mengeluarkan aroma khas seperti mint yang menenangkan, sekaligus menyimpan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari meningkatkan nafsu makan hingga dipercaya dapat membantu melancarkan ASI bagi ibu menyusui.
Keajaiban daun adas benar-benar terasa saat diolah menjadi urap tradisional yang dipadukan dengan tuna bumbu rujak yang kaya rempah. Teksturnya yang lembut setelah direbus sebentar memberikan sensasi dingin yang unik di mulut, sebuah kontras yang sempurna saat bertemu dengan bumbu urap yang pedas dan gurih.
"Rasanya dingin-dingin gitu, teksturnya lembut dan wangi," ungkap salah satu penikmat saat menikmati hidangan ini di tengah kabut pegunungan yang tenang. Di tengah maraknya tren kuliner modern, keberadaan daun adas sebagai bumbu utama masakan khas lereng Merbabu mengingatkan kita bahwa kenikmatan yang paling otentik sering kali tersembunyi di sudut-sudut dataran tinggi yang udaranya masih perawan.**