
TRANS TV - Surabi Purwakarta Legendaris, dari Rasa Polos hingga Durian Asli | Menelusuri khazanah kuliner Jawa Barat tidak akan lengkap tanpa mencicipi surabi, jajanan berbasis tepung beras dan santan yang telah menjalani perjalanan panjang dari sekadar santapan pagi di pedesaan hingga menjelma menjadi primadona perkotaan.
Di Purwakarta, metamorfosis ini menemukan bentuknya yang paling sempurna melalui tangan kreatif Kang Dyan, pemilik Surabi Gapura yang telah melegenda di kawasan Jalan Raya Gapura. Berbeda dengan surabi tradisional yang umumnya hanya menyajikan rasa polos atau varian oncom, Surabi Gapura berhasil memadukan metode pemanggangan dengan tungku tanah liat yang autentik bersama aneka topping modern sejak awal tahun 2000-an.
"Kita ingin mengangkat derajat makanan kampung ini supaya orang kota pun merasa bangga memakannya tanpa menghilangkan jati diri tradisionalnya," ungkap Kang Dyan dalam sebuah wawancara, menegaskan misinya untuk melestarikan teknik ngulub atau merebus bumbu di atas bara api yang menghasilkan aroma asap khas yang tak tergantikan oleh kompor gas modern.
Kejayaan Surabi Gapura Kang Dyan tidak terlepas dari kegigihan mempertahankan mutu bahan baku dan metode pengapian yang memerlukan kesabaran ekstra. Data pengunjung membuktikan bahwa kedai ini telah menjadi episentrum wisata kuliner di Purwakarta, kerap kali menciptakan antrean panjang wisatawan dari berbagai daerah, terutama saat akhir pekan tiba.
Inovasi menu seperti surabi durian asli, surabi keju susu, hingga surabi sosis mayones menjadi bukti konkret bahwa kuliner tradisional mampu menyesuaikan diri dengan selera generasi masa kini tanpa mengkhianati akar budaya leluhur.**