Samawa

Bagaimana Menghadapi Orang Munafik di Sekeliling Kita?

Samawa
CLOSE
SHARE

TRANS TV - Bagaimana Menghadapi Orang Munafik di Sekeliling Kita? | Dalam terminologi Islam, munafiqun atau orang munafik merujuk pada individu yang secara lahiriah menampakkan keimanan, namun secara batin menyembunyikan kekufuran serta permusuhan terhadap Islam. Al-Qur'an, khususnya dalam Surat Al-Baqarah dan Surat At-Taubah, menguraikan karakteristik mereka secara mendalam. 

Sifat kemunafikan dari orang munafik digambarkan sebagai penyakit hati yang berbahaya, di mana mereka mengira telah menipu Allah dan orang-orang beriman, padahal pada hakikatnya merekalah yang tertipu (QS. Al-Baqarah: 9). Ancaman bagi orang munafik sangatlah berat; mereka diancam dengan siksa neraka pada tingkatan yang paling bawah (QS. An-Nisa: 145), karena dinilai sebagai musuh dalam selimut yang lebih berbahaya daripada musuh yang terang-terangan.

Rasulullah juga memberikan kriteria operasional dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, yaitu: "Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia dusta, apabila berjanji ia ingkari, dan apabila diberi amanah ia khianat." 

Dengan demikian, kemunafikan tidak hanya persoalan akidah, tetapi juga tercermin dalam integritas moral sehari-hari. Islam sangat menekankan kejujuran, menepati janji, dan amanah sebagai lawan dari sifat munafik. Mempelajari karakteristik ini merupakan langkah preventif untuk membersihkan hati dan memperkuat komitmen pada kebenaran, baik dalam beribadah maupun dalam interaksi sosial.