Suara Hati

Inara Rusli, dari Sosok Ayahnya hingga Perpisahnnya dengan Virgoun

Suara Hati
CLOSE
SHARE

TRANS TV - Inara Rusli, dari Sosok Ayahnya hingga Perpisahnnya dengan Virgoun | Bagi Inara Rusli, sosok ayah adalah fondasi yang membentuk karakternya hingga saat ini. Mendiang Yus Rusli dikenal sebagai sosok yang sangat protektif dan penuh kasih sayang kepada anak-anaknya, terutama kepada Inara, yang merupakan anak perempuan satu-satunya dari empat bersaudara. 

Saat remaja, Inara sempat merasa tertekan dengan aturan-aturan ketat dari sang ayah yang tidak mengizinkannya pergi jauh tanpa pendampingan. Ia bahkan baru bisa berkendara sendiri di usia 30 tahun karena kekhawatiran sang ayah akan keselamatannya. Namun, setelah menjalani kehidupan berumah tangga dan menjadi orang tua, Inara baru menyadari betapa berharganya nilai-nilai yang diajarkan oleh ayahnya. 

Kedisiplinan dan sikap protektif yang dulu terasa mengekang, kini menjadi tameng yang membuatnya tidak mudah dipermainkan orang lain. Sang ayah juga yang menurunkan kemampuan bahasa Inggris, ilmu bisnis, hingga akidah Islam yang membantunya tetap istiqamah dalam beribadah. Sosok ayah menjadi panutan yang membuat Inara percaya bahwa masih ada laki-laki bijak dan setia di luar sana.

Perjalanan rumah tangga Inara Rusli dan Virgoun memang penuh liku dan tantangan. Mereka menikah pada Desember 2014 setelah Inara melihat semua sifat cowok idaman ada pada diri Virgoun saat itu. Inara bahkan menyebut Virgoun sebagai sosok yang pernah berjuang dalam Islam ketika mereka masih bersama. Namun, perbedaan yang akhirnya membawa mereka pada perceraian di November 2023 tidak membuat Inara menutup diri. 

Meskipun telah berpisah, Inara dan Virgoun berkomitmen untuk tetap berkomunikasi dan menjaga hubungan baik demi kebahagiaan ketiga anak mereka. Mereka sepakat untuk tidak memperkenalkan pasangan baru kepada anak-anak, kecuali jika hubungan tersebut sudah serius dan mengarah ke pernikahan. Meskipun menutup hati untuk rujuk, Inara tetap membuka pintu komunikasi karena menyadari bahwa yang terpenting adalah kepentingan anak-anak di atas segalanya.**