TRANS TV - Freestyle Motor, Olahraga Ekstrim Penuh Risiko | Freestyle motor atau stunt riding telah berevolusi dari sekadar aksi nekat di jalanan menjadi sebuah cabang olahraga ekstrem yang memerlukan ketelitian teknis, daya tahan fisik, dan perhatian serius terhadap keselamatan. Di Indonesia, disiplin ini telah melahirkan sejumlah stunt rider profesional yang telah mengukir prestasi di tingkat internasional, seperti Wawan Tembong yang berhasil menguasai panggung freestyle di Asia.
Manuver berisiko tinggi seperti wheelie (mengangkat roda depan), stoppie (mengangkat roda belakang saat pengereman), hingga *burnout* memerlukan latihan yang terencana selama bertahun-tahun. Ekosistem freestyle motor kini tidak lagi hanya tentang aksi sembarangan. Ia telah berkembang menjadi atraksi hiburan komersial di berbagai kejuaraan otomotif nasional, eksibisi motorsport, hingga industri film aksi yang membutuhkan stuntman berketerampilan tinggi.
Di balik sorak-sorai penonton dan gemerlap panggung kompetisi resmi, fenomena freestyle motor menyimpan dinamika sosial yang rumit di tengah masyarakat urban dan rural Indonesia. Keterbatasan akses ke sirkuit latihan yang memadai serta tingginya biaya modifikasi kendaraan, seperti pemasangan cage, perbaikan sistem pengereman ganda, dan penyesuaian rasio gear, membuat sebagian anak muda nekat mencoba trik-trik ini di jalan raya umum tanpa perlengkapan safety gear yang memadai.
Dualitas antara aksi panggung profesional yang terorganisir dan subkultur atraksi liar di ruang publik mencerminkan kebutuhan generasi muda akan ruang ekspresi. Batas antara menyalurkan bakat dalam olahraga ekstrem dan risiko keselamatan lalu lintas sering kali sangat tipis. Di sinilah tantangan freestyle motor di Indonesia, menjaga prestasi tanpa mengorbankan keselamatan publik.**