TRANS TV - Tahu Telur Surabaya, Ikon Kuliner yang Enggak Ada Duanya | Di tengah gempuran kuliner modern yang kian beragam, Kota Surabaya tetap setia mempertahankan warisan rasa dari generasi ke generasi. Salah satu hidangan legendaris yang menjadi kebanggaan Arek-Arek Suroboyo adalah Tahu Telur Surabaya. Sajian ini menjadi ikon kuliner yang tak tergantikan di Kota Pahlawan.
Sekilas Tahu Telur Surabaya nyaris mirip dengan tahu tek yang sudah lebih dulu populer. Keduanya sama-sama menggunakan siraman bumbu kacang yang dicampur petis udang khas Surabaya. Namun, keistimewaan Tahu Telur Surabaya terletak pada cara mengolah tahunya. Tahu digoreng dengan balutan telur yang telah dikocok, menciptakan tekstur yang lebih padat, gurih, renyah di luar namun lembut di dalam.
Sejarah Tahu Telur Surabaya konon berawal dari para pedagang Tionghoa di kawasan Pecinan pada masa penjajahan Belanda, yang memadukan tahu dan telur untuk para buruh pabrik. Hingga kini, popularitasnya tidak pernah surut. Gerobak legendaris seperti Tahu Telur Pak Jayen, Pak Giant, hingga Cak Kahar yang berdiri sejak 1960-an masih ramai pembeli setiap hari.
Satu porsi Tahu Telur Surabaya biasanya berisi potongan lontong, kentang goreng renyah, taoge segar, dan siraman bumbu kacang petis yang medok, gurih, dengan sentuhan manis dari kecap. Ditambah taburan bawang goreng dan kerupuk renyah, Tahu Telur Surabaya menjadi perwujudan nostalgia rasa otentik dan identitas kuliner yang tak tergantikan dari Kota Pahlawan.**