Favorite TV Program

Dr OZ: Mengatasi Kekurangan Sel Darah Merah

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Mengatasi Kekurangan Sel Darah Merah | Anemia, atau biasa dikenal dengan kekurangan sel darah merah, masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang sangat luas dan terus-menerus terjadi. Data terbaru yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2025 menunjukkan bahwa sekitar 30,7 persen wanita usia 15 hingga 49 tahun di seluruh dunia menderita anemia pada tahun 2023. Angka ini justru lebih tinggi di kalangan ibu hamil, yaitu 35,5 persen, serta pada anak-anak usia 6 hingga 59 bulan dengan prevalensi mencapai 39,8 persen. 

Kondisi kekurangan sel darah merah yang ditunjukkan oleh kadar hemoglobin yang rendah bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti kurangnya zat besi, vitamin B12, atau folat, serta kondisi penyakit seperti malaria atau gangguan genetik. Sebuah penelitian yang diterbitkan di The Lancet Haematology pada September 2025 menunjukkan bahwa hampir 2 miliar orang di seluruh dunia mengalami anemia, dan target internasional untuk mengurangi angka ini hingga 50 persen pada tahun 2030 dinilai sulit dicapai dengan cara-cara yang digunakan saat ini.

Dampak dari kekurangan sel darah merah tidak boleh diabaikan. Tubuh yang tidak memiliki sel darah merah yang baik akan merasa sangat lelah, pusing, sulit bernapas, dan jantung berdebar tidak teratur karena pasokan oksigen ke organ-organ penting menjadi tidak cukup. Pada kelompok usia tua (65 tahun ke atas), anemia juga berhubungan dengan peningkatan risiko mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah, menurunnya kemampuan berpikir, serta meningkatnya kemungkinan meninggal. 

Studi Delphi Eropa yang diterbitkan pada Oktober 2025 juga menunjukkan bahwa penanganan anemia pada pasien penyakit ginjal kronis masih kurang memadai, khususnya dalam hal penyusunan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan partisipasi pasien dalam pengambilan keputusan medis. Meskipun anemia bisa dicegah dan disembuhkan, WHO mencatat bahwa hanya 18 negara, yaitu 10 persen dari total negara, yang berhasil mencapai kemajuan signifikan menuju target pengurangan anemia.**

Photo by: xframe.io