
TRANS TV - Menyantap Kupat Tahu Memang Mantap Tiada Dua! | Bagi masyarakat Indonesia, kupat tahu lebih dari sekadar hidangan sarapan biasa. Ini adalah sajian yang menggabungkan potongan ketupat lembut dengan tahu goreng yang renyah, sayuran segar, dan kuah hangat yang menggugah selera.
Sudah lama, kupat tahu menjadi pilihan utama untuk memulai hari. Hidangan ini bisa ditemukan di berbagai daerah, masing-masing dengan cita rasa khasnya sendiri. Menariknya, ada perbedaan yang mencolok antara kupat tahu dan tahu kupat, meskipun keduanya terlihat mirip. Tahu kupat adalah kuliner khas Solo yang disajikan dengan kuah kecap manis yang kental, lengkap dengan irisan kol, tauge, bakwan, dan taburan kacang goreng utuh.
Di sisi lain, kupat tahu identik dengan Magelang, yang menggunakan siraman bumbu kacang tumbuk kasar dan tahu kuning sebagai bahan utamanya. Filosofi ketupat sendiri berasal dari tradisi dakwah Sunan Kalijaga, yang memperkenalkannya sebagai simbol ngaku lepat atau mengakui kesalahan, menjadikan hidangan ini sarat makna budaya.
Keberagaman kuliner Nusantara terlihat jelas dalam berbagai varian kupat tahu yang berkembang di setiap daerah. Di Tasikmalaya, ada Kupat Tahu Mangunreja yang sudah ada sejak 1955, terkenal dengan bumbu kacang pedas yang beraroma bawang daun khas resep keluarga. Garut memiliki Kupat Tahu Gunung Lumbung yang legendaris sejak tahun 1970-an.
Sementara itu, Magelang ada Kupat Tahu Pak Pangat yang telah berjualan sejak 1989. Di Cirebon bagian timur, ada kaladama atau kupat tahu, yang merupakan varian tahu gejrot dengan tambahan potongan ketupat, memberikan sensasi rasa manis, gurih, dan pedas. Bandung juga memiliki keunikan tersendiri dengan Kupat Tahu Padalarang yang menggunakan kuah santan gurih dan bumbu yang lebih cair.**