TRANS TV - Hiasan Tanah Liat Enggak Sembarangan Buatnya, lho! | Bentuk-bentuk dari kerajinan tanah liat dahulu memang hanya terbatas pada barang-barang fungsional sehari-hari seperti periuk untuk memasak, kendi untuk tempat minum, atau vas bunga sederhana di teras rumah. Namun seiring waktu, kerajinan tanah liat telah menjelma menjadi seni rupa yang bernilai estetika tinggi.
Kini, kita mudah menjumpai patung-patung mungil dari tanah liat atau gerabah berlapis glasir mengkilap yang dipajang dengan bangga di lemari kaca ruang tamu. Bahkan, banyak perancang interior properti kelas atas mulai melirik kerajinan tanah liat sebagai elemen dekoratif yang mampu menghadirkan kesan hangat, organik, dan penuh karakter ke dalam hunian modern. Dari poci teh minimalis hingga guci besar bercorak etnik, semuanya kini menjadi bagian dari gaya hidup yang menghargai keindahan buatan tangan.
Ternyata, membuat furniture maupun hiasan dari kerajinan tanah liat tidak bisa sembarangan. Prosesnya dimulai dengan pemilihan bahan baku, tanah liat primer (kaolin) yang putih bersih atau tanah liat sekunder yang lebih plastis dan mudah dibentuk. Tanah liat yang sudah dibersihkan dari batu dan kerikil kemudian diuleni berulang kali, bisa dengan kaki atau mesin pengeram, untuk menghilangkan gelembung udara yang dapat menyebabkan retak saat pembakaran.
Setelah itu, pengrajin membentuknya dengan teknik pijat tangan (pinch), pilin (coil), lempeng (slab), atau putar (throwing) di atas meja putar. Bentuk yang sudah jadi dikeringkan di bawah sinar matahari tidak langsung selama beberapa hari hingga mencapai kondisi leather hard. Langkah berikutnya adalah pembakaran pertama di suhu 800–1.000°C, lalu dilanjutkan dengan pewarnaan atau pelapisan glasir sebelum dibakar kembali di suhu yang lebih tinggi hingga 1.200°C.
Proses yang panjang dan penuh ketelitian inilah yang membedakan kerajinan tanah liat asli dengan produk cetak massal. Setiap goresan tangan pengrajin, setiap retak rambut yang disengaja, justru menjadi nilai seni yang membuatnya begitu istimewa dan dicari para kolektor.**