
TRANS TV - Liburan Tak Pernah Usai dengan Konsep Rumah Santorini | Gaya arsitektur yang terinspirasi oleh pulau indah di Yunani ini semakin digemari di Indonesia. Konsep rumah Santorini tidak hanya menawarkan keindahan visual yang menawan, tetapi juga menyimpan filosofi desain yang mendalam. Berasal dari tradisi arsitektur Cycladic, rumah-rumah di Santorini dibangun dengan memperhatikan kondisi geografis pulau vulkanik yang unik.
Bangunan tipe yposkafa digali langsung ke dalam tebing caldera, menyatu dengan kontur tanah untuk menciptakan insulasi alami. Hasilnya, ruangan tetap terasa sejuk di musim panas dan hangat di musim dingin tanpa memerlukan banyak ventilasi besar. Pemilihan warna putih pada seluruh fasad juga bukan sekadar gaya.
Cat kapur putih berfungsi memantulkan radiasi matahari, menurunkan suhu di dalam rumah hingga puluhan persen dibandingkan dengan dinding berwarna gelap. Prinsip termal inilah yang terus dipertahankan dalam berbagai adaptasi modern konsep rumah Santorini, bahkan ketika diterapkan di kawasan beriklim tropis seperti Indonesia.
Dalam praktiknya, konsep rumah Santorini dihadirkan melalui elemen-elemen arsitektur yang khas. Kubus-kubus putih bersih dengan lengkungan lembut, jendela kecil beraksen biru yang mengingatkan pada kubah gereja tradisional Yunani, serta teras terbuka yang dirancang untuk menangkap cahaya matahari dan pemandangan sekitar.
Meskipun tampilannya sangat Mediterania, pendekatan tata ruangnya ternyata selaras dengan prinsip arsitektur tropis. Rumah dirancang untuk mengoptimalkan pencahayaan alami, menciptakan ventilasi silang yang baik, serta menghadirkan teras dan kebun sebagai perpanjangan ruang keluarga.**