TRANS TV - Bahaya Pakai Minyak Goreng Berulang Kali | Bagi mereka yang suka menggoreng berbagai jenis makanan, bahaya menggunakan minyak goreng berulang kali ternyata bisa mengancam kesehatan. Kebiasaan memakai minyak jelantah, yang merupakan minyak yang sudah dipakai berkali-kali, masih sering kita temui di rumah tangga maupun di kalangan pedagang, biasanya demi alasan ekonomi.
Tapi pemanasan minyak berulang kali pada suhu tinggi dapat mengubah struktur kimianya, di mana ikatan cis yang seharusnya sehat berubah menjadi lemak trans yang berbahaya. Dikutip dari situs halalmui.org, Prof. Dr. Ir. Sedarnawati Yasni, seorang guru besar di IPB University, menjelaskan bahwa pemanasan berulang ini menyebabkan oksidasi dan membentuk senyawa karsinogenik, serta radikal bebas peroksida yang bisa mengoksidasi sel-sel tubuh kita secara perlahan. Data dari Badan Pangan Nasional menunjukkan bahwa konsumsi minyak goreng di rumah tangga nasional mencapai 2,66 juta ton per tahun, yang menyumbang 12 persen dari total asupan kalori harian masyarakat.
Bahaya dari penggunaan minyak goreng berulang kali juga dapat memicu berbagai penyakit kronis yang mengancam jiwa. Minyak jelantah mengandung asam lemak trans dan senyawa aldehid yang bisa menyebabkan penyakit jantung, stroke, hingga kanker. Penelitian dari University of the Basque Country di Spanyol menunjukkan bahwa minyak jelantah mengandung senyawa organik aldehid yang dapat berubah menjadi zat karsinogen dalam tubuh dan memicu penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Selain itu, minyak yang digunakan berulang kali juga bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan memperingatkan bahwa minyak jelantah yang berwarna cokelat gelap, kental, dan berbau tengik telah kehilangan vitamin A, D, E, K dan justru menyisakan asam lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol. Para ahli menyarankan agar minyak goreng digunakan maksimal dua hingga tiga kali, dengan tetap memperhatikan perubahan warnanya.**
Image by Buy me a coffee, please Buy me a coffee, please from Pixabay